Beranda > Info Sehat > 59 % Masyarakat Indonesia Minum Jamu

59 % Masyarakat Indonesia Minum Jamu

jmu

Sebanyak 59 persen penduduk Indonesia ternyata rajin mengonsumsi jamu. Mereka yang minum sebanyak 95,6 persen merasakan manfaatnya bagi kesehatan.  Karena itu, industri jamu harus terus didorong. ( sumber kompas.com  ,reviewer ;bang mul ).

Demikian dikatakan Ketua Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia Charles Saerang, dalam acara media gathering, yang diselenggarakan PT Sinde Budi Santoso, di Jakarta.

Di tengah serbuan beragam obat kesehatan modern, jamu hadir sebagai salah satu produk unggulan nasional, yang mendapat sambutan positif masyarakat. Potensi pasar domestik bisa mencapai Rp 25 triliun per tahun.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai impor obat tradisional dan herbal sepanjang tahun 2011 tercatat 40,5 juta dollar AS. Amerika, Malaysia, dan Korea Selatan menjadi tiga negara terbesar pemasok obat tradisional dan herbal di pasar domestik.

Jamu modern

Herbatic, Paduan Es Krim dan Jamu Karya Mahasiswa UGM

1jmu

Jamu memang identik dengan obat dan rasa pahit. Namun di tangan sekelompok mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada, aneka herbal untuk membuat jamu dimodifikasi dengan es krim.

Herbatic atau Herbal Nabati Ice Cream tersebut adalah hasil kreativitas Elok Pawening Maharani, Sari Yuslia, Arif Sugianto, Anisa Dian Safitri, dan Aryo Dwi Nugroho.

Elok mengungkapkan, pemilihan bahan nabati dan herbal sebagai bahan baku es krim ini berawal dari keprihatinan mereka pada rendahnya minat masyarakat mengonsumsi jamu. 

"Jamu itu minuman menyehatkan, tetapi tidak praktis dan kurang diminati masyarakat. Untuk itulah kami mencoba berinovasi mengemas jamu dalam bentuk yang lebih menarik yaitu es krim, produk yang bisa dibilang disukai oleh semua kalangan," papar Elok , Jumat (8/6).

Herbatic dibuat dengan mengkombinasikan sari kacang merah dan jamu-jamuan. Karenanya es krim ini diklaim cocok untuk pengidap diabetes, orang yang alergi susu sapi, vegetarian, penggemar jamu, serta orang yang ingin melakukan diet rendah lemak.

"Pada umumnya es krim terbuat dari lemak hewani seperti susu sapi sehingga menjadi pantangan dikonsumsi bagi penderita lactose intolerant, yang sedang diet dan vegetarian. Tapi kami menggunakan sari kacang merah sebagai pengganti susu sapi sehingga aman dikonsumsi berbagai kalangan," lanjut Elok.

Ia menambahkan, es krim herbatic juga menyehatkan karena mengandung jahe, temulawak, kunyit dan kencur. Herbatic juga mengandung zat aktif yang terdapat dalam bahan-bahan herbal itu seperti minyak atsiri, zingerone, antimikrobia, antioksidan, polifenol, atau curcumin.

Sari Yuslia menambahkan kacang merah dan jamu-jamuan juga mengandung indeks glikemik yang sangat rendah yaitu 22 – 32 sehingga aman untuk penderita diabetes karena tidak membuat gula darah cepat naik.

Menurut Sari cara pembuatan es krim ini tak berbeda dengan es krim pada umumnya. Pembuatan diawali dengan merebus kacang merah untuk diambil sarinya. Selanjutnya sari kacang merah tersebut diolah bersama dengan margarin, gula pasir, tepung agar-agar, vanili, garam dan perasa alami seperti jahe, temulawak, kencur, kunyit, asam jawa, dan secang.

Untuk membuat satu resep herbatic menggunakan 800 ml sari kacang merah, 150 gram gula pasir serta tambahan bahan-bahan lain secukupnya. Dari satu resep tersebut dihasilkan 18-20 cup ukuran 90 ml.

Rasa yang ditawarkan pun bervariasi, jahe, kunyit asam, kencur, temulawak, dan jahe merah. Untuk variasi bisa ditambahkan topping seperti meses atau selai seperti bluberry, coklat, maupun strawberry.

Kategori:Info Sehat
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: