Beranda > Iptek > FBI Peringatkan Maraknya Ancaman Serangan Cyber

FBI Peringatkan Maraknya Ancaman Serangan Cyber

 

cyber

Menurut FBI, hacker (peretas) sedang menargetkan para wisatawan luar negeri melalui jendela pop-up ketika mencoba tersambung koneksi internet di kamar hotel mereka. Peringatan itu datang dari Pusat Pengaduan Kejahatan Internet (IC3) FBI.

 

Sayangnya, peringatan ini kurang detail sehingga membuat para ahli meragukan kegunaan dari peringatan ini. FBI tak menyebutkan lokasi terjadinya serangan, seberapa lazim serangan ini, atau bagaimana tepatnya cara kerja serangan ini.

Blogger antivirus Sophos Graham Cluely menemukan, tak adanya rincian ini terbilang aneh. “Apa yang menarik mengenai penasehat ini adalah apa yang tak ia katakan,” tulisnya dalam blog miliknya. Selain itu, tanpa informasi lebih, sulit mengetahui bagaimana pengguna komputer seharusnya mengambil tindakan yang berarti untuk melindungi dirinya sendiri, lanjutnya.

Akhir tahun lalu, Bloomberg melaporkan upaya pembajakan melanda internet service provider (ISP), termasuk setidaknya satu penyedia layanan jaringan hotel. Jaringan yang diserang ada di lebih dari selusin negara, termasuk Kanada, Swiss, Bangladesh, Venezuela dan Rusia,’ kata Bloomberg. Laporan IC3 sendiri muncul beberapa bulan setelah laporan Bloomberg.

Namun kemudian, FBI tak diketahui secara tepat berada di depan kurva saat peringatan keamanan ini muncul. “Baru-baru ini ada kasus laptop wisatawan terinfeksi software berbahaya saat menggunakan koneksi internet Hotel,” kata FBI. Dalam hal ini, wisatawan mencoba terkoneksi internet yang disajikan kamar hotel dengan jendela pop-up yang memberitahu pengguna untuk memperbarui software miliknya.

“Jika pengguna mengklik dan menginstal pembaruan itu, software berbahaya pun diinstal pada laptop. Jendela pop-up ini tampaknya menawarkan perbaruan rutin untuk produk software legal yang memang sering memmiliki perbaruan sendiri,” lanjutnya lagi.

Namun, jendela pop-up yang menginstruksikan pengguna melakukan hal-hal buruk, yakni menginstal adware atau produk antivirus palsu atau program Trojan Horse berbahaya di mana hal ini telah ada selama bertahun-tahun.

Hal ini terjadi di mana-mana di internet, tak hanya di hotel yang tak dapat dipercaya maupun jaringan Wi-Fi publik. “Tak ada yang menyebut bukti ini secara khusus terkait kamar hotel,” kata CEO konsultan keamanan Errata Security Robert Graham.

Di sisi lain, juru bicara FBI Jenny Shearer mengaku tak bisa menyebutkan tiap laporan umum mengenai serangan ini. “Kami tak punya panduan lebih lanjut untuk warga di luar apa yang telah kami jelaskan dalam peringatan tersebut,” katanya.

Para ahli keamanan umumnya mengakui bahwa jaringan hotel, terutama yang memiliki Wi-Fi terbuka merupakan ladang ranjau yang memang tak bisa dipercaya. Konsultan teknologi Jonathan Kine mengaku telah melihat jenis serangan yang dijelaskan dalam laporan IC3 di hotel dan jaringan Wi-Fi publik di China, Malaysia, dan Indonesia.

“Pengguna mendapat jendela pop up yang meminta agar pengguna memperbarui browser agar bisa login, kemudian pengguna akan mengunduh dan terinfeksi,” katanya. Di beberapa kasus, perbaruan ini tampak seperti Adobe Systems, kata Kine.

Bagi pengguna perusahaan atau mereka yang secara teknis cerdas, jaringan virtual pribadi seringkali mejadi cara terbaik untuk meningkatkan keamanan. Pilihan lainnya, gunakan jaringan operator selular Anda.

Alih-alih membayar untuk jaringan hotel, sebaiknya Anda sambungkan iPad pada jaringan 4G operator. “Ada alasan kinerja lain juga. Namun, keamanan menjadi dorongan kekhawatiran utama saya,” katanya.

Bagi Graham, untuk membuat laptop tak bisa dibaca, lakukan enkripsi penuh. Selain itu, ia juga menyarankan agar wisatawan memperbarui software miliknya dan menggunakan koneksi secure socket layer (SSL) aman tiap membuka Web.

(source inilah.com,reviewer ;bangmul )

Kategori:Iptek
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: