Beranda > Sports > Runtuhnya kejayaan “Bulu Tangkis” indonesia

Runtuhnya kejayaan “Bulu Tangkis” indonesia

 

thms cup

Indonesia memang pernah menasbihkan diri sebagai negara tak terkalahkan dalam olahraga bulutangkis. Bersama China, kita saat itu merajai bulutangkis dunia. Negara ini pernah melahirkan pebulutangkis paling ditakuti lawan-lawannya di seluruh dunia, seperti Rudi Hartono, Lim Siew King, Susi Susanti dan lainnya.

Begitu pula dengan pebulutangkis ganda putra seperti Rexy Mainaky, Tony Gunawan, Ricky Subagja, Candra Wijaya yang memiliki skill di atas rata-rata dan sulit disaingi negara manapun.

Sayangnya semua itu tinggal kenangan. Sekarang prestasi Indonesia makin jeblok. Teranyar, Indonesia gagal di ajang piala Thomas dan Uber 2012.

Indonesia memang sudah tidak cukup layak diperhitungkan sebagai kekuatan bulutangkis dunia. Kalaulah All England dijadikan sebagai ukuran, Indonesia sudah sirna sembilan tahun lalu. Indonesia terakhir sekali meraih gelar juara adalah di tahun 2003, ketika Sigit Budiarto dan Chandra Wijaya meraih gelar ganda putra.

Tentu masih ada prestasi menyegarkan di abad 21 ini, seperti medali emas di Olimpiade maupun di kejuaraan dunia. Tetapi itu semakin sedikit dan semakin jarang.

Banyak penggemar bulutangkis bahkan tak yakin Indonesia masih akan mampu mempertahankan tradisi selalu meraih emas di Olimpiade yang terjaga sejak olahraga ini masuk ke Olimpiade tahun 1992 di Barcelona. Olimpiade London 2012 dikhawatirkan akan menjadi dimulainya era tanpa emas Indonesia di bulutangkis Olimpiade.

Indonesia masih berkutat dengan mencoba menemukan bakat. Liem Swie King, atau juga pemain hebat lain Indonesia semacam Rudi Hartono, Christian Hadinata dan Susi Susanti, adalah berkah buat Indonesia. Dengan sedikit polesan mereka memang pada dasarnya mempunyai bakat di atas rata-rata. Tetapi menemukan pemain dan mencetak pemain adalah dua buah kegiatan yang sangat berbeda, dengan hasil yang sangat berbeda pula.

Berbeda ketika Liem Swie King berada di puncak kejayaannya dunia diperkenalkan dengan gaya bermain yang sama sekali berbeda. Speedand power kata orang. Revolusioner untuk jamannya. Cepat, agresif, bertenaga dengan pukulan andalan variasi permainan net yang mulus dan, tentu saja, smash lompat — King Smash.

Sekarang hanya tinggal kenangan ,mampukah Indonesia bangkit kembali membangun kejayaan bulu tangkis,jawabanya sangat sukar sekali ditebak karena sekarang ini banyak masyarakat Indonesia yang lebih suka dengan kebebasan untuk dirinya sendiri.

Kategori:Sports
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: