Beranda > Lintas Peristiwa > Kakek-kakek Narsis transtv dapat teguran KPI

Kakek-kakek Narsis transtv dapat teguran KPI

 

kkn1

Kakek-Kakek Narsis’ sebenarnya menjadi pembuka untuk kasus-kasus lain yang serupa dan cenderung merendahkan kaum perempuan. KPI juga sudah berkomitmen tentang hak-hak dan nasib perempuan dalam siaran TV.

Terbukti, mereka sudah memberikan sanksi kepada penayangan iklan yang dianggap melecehkan perempuan dan tidak berprinsip kesetaraan gender. KPI menjatuhkan sanksi siaran atau tayangan iklan yang mengeksploitasi perempuan seperti di Top One, Torpedo, Shimizu.

Bahkan dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) 2012 yang dikeluarkan KPI, pasal-pasal mengenai kesetaraan gender dan penghormatan kepada kaum perempuan sudah dimasukkan.

Banyak pasal-pasal yang kami perkuat terutama mengenai kesetaraan gender serta melindungi kelompok marginal di P3SPS, itu menunjukkan upaya-upaya perlindungan kekerasan terhadap perempuan.

Saat ditanyakan terkait sikap KPI terhadap tayangan ‘Kakek-Kakek Narsis’, pihaknya menjelaskan ,akan melakukan dialog dengan pihak Trans TV. Mereka juga akan menelaah lebih dalam dengan melihat isi siaran tayangan tersebut, untuk kemudian menjatuhkan sanksi dari yang ringan seperti teguran hingga pemberhentian sementara sebuah tayangan.

"Kami lihat dulu, tiap kali ada pelanggaran harus dilihat isi siarannya seperti apa. Kita akan terus dialog dengan Trans TV," pungkasnya.

Sebelumnya, Komnas Perempuan mendorong Komisi Penyiaran Indonesia(KPI) untuk memberikan teguran hingga sanksi berat kepada tayangan ‘Kakek-Kakek Narsis'(KKN) yang disiarkan oleh sebuah stasiun televisi swasta. Tayangan itu dinilai sudah menempatkan perempuan menjadi objek subordinasi.

Hal tersebut diperlihatkan melalui muatan tayangan yang terdiri dari perkataan, komentar, dialog, dan interaksi pengisi acara tayangan tersebut, yang memberi stereotype yang negatif pada perempuan, khususnya terhadap tubuh perempuan. Konsekuensi terburuk dari hal tersebut bisa memicu pada pelbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan.

Komnas Perempuan memandang upaya ini sangat strategis dalam mengawal mandat Konstitusi, yaitu menghapus segala bentuk diskriminasi, khususnya Pasal 28I Ayat 2,menurut Komisioner dan Ketua Subkomisi Partisipasi Masyarakat Komnas Perempuan.

Sejauh ini kita sudah dua kali memberikan teguran, kalau masih melanggar juga tentu akan kita beri sanksi yang lebih berat, seperti penghentian tayangan atau pengurangan durasi.

Menurut KPI, banyak muatan yang tak pantas dalam acara yang tayang menjelang tengah malam itu. Selain percakapannya menjurus ke arah seks, Kakek-Kakek Narsis juga selalu mengeksploitasi tubuh wanita. Apalagi, KPI juga sudah sering menerima keluhan masyarakat terhadap program itu.

Kita sudah banyak menerima laporan dari masyarakat. Meskipun itu acara malam, tapi harus dijaga juga muatannya. Banyak hal yang dianggap tidak pantas tapi ditayangkan dalam program itu.

Kategori:Lintas Peristiwa
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: