Beranda > Politik > Nasehat untuk Sang Presiden

Nasehat untuk Sang Presiden

adn

Adnan buyung nasution meluncurkan buku berjudul nasehat untuk Susilo Bambang Yudoyono,adnan buyung adalah salah satu anggota watimpres.Adan merasa tidak puas selama menjadi anggota watimpres karena menganggap nasehat dari watimpres tidak di hiraukan karena itu adnan berpikiran lebih baik watimpres dibubarkan saja.

Komunikasi yang efektif dan pertemuan dengan presiden banyak mengalami hambatan seperti pertemuan yang kurang intensif dan sangat susah ,selain itu juga beberapa mentri yang terkait tidak bisa menjembatani. Mantan Wantimpres, Adnan Buyung Nasution (ABN), mengatakan bahwa nasihatnya selama jadi Wantimpres tak pernah didengar oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia menilai SBY hanya mementingkan pencitraan.

Massa jabatan presiden yang kurang lebih 2 thn seharusnya Susilo Bambang Yudoyono bisa lebih berani dan all out untuk menjalankan tugasnya sebagai persiden.

Menjaga menghormati kebebasan berpendapat dan berkarya lebih di jaga sebagai contoh tentang kasus ahmadiyah yang mengalami kekekarasan,Adnan buyung menentang keras pembubaran Ahmadiyah dan saat itu presiden mau mendengarkan nasehat dari Watimpres.

Wantimpres 2007-2009, Adnan Buyung Nasution (ABN), meluncurkan buku yang menceritakan pengalamannya saat menjadi Wantimpres. Di dalam bukunya, Adnan membocorkan nasihat-nasihatnya untuk SBY yang seharusnya tak boleh dibocorkan ke publik.

Acara peluncuran buku yang berjudul ‘Nasihat Untuk SBY’ itu diadakan di Hotel Pullman, Jl MH Thamrin, Jakarta, Jumat (25/5/2012). Acara itu dihadiri oleh tokoh-okoh nasional seperti Ketua MK Mahfud MD, Ketua Wantim Golkar Akbar Tandjung, Permadi, dan beberapa tokoh lainnya.

"Isi buku ini memuat pengalaman empiris sebagai wantimpres dalam memberikan nasehat, saran kepada presiden. Saya tahu menurut ketentuan hukum anggota Wantim nggak boleh memberikan keterangan, pernyataan dan menyebarluaskan isi pertimbangan ke pihak manapun," kata ABN dalam sambutannya, Jumat (25/5/2012).

Meski sebenarnya tak boleh membocorkan pertimbangannya ke publik, ABN merasa memiliki tanggung jawab moral kepada rakyat. Ia menulis buku ini untuk memberi gambaran kepada rakyat bahwa banyak pertimbangan Wantimpres yang sering diacuhkan presiden.

"Keberadaan Wantimpres itu dibayar oleh rakyat, sesuai asas demokrasi dan good governance saya wajib berikan kepada rakyat. Buku ini pertanggungjawaban moral kepada rakyat," ujarnya.

“Pertimbangkan saya sering tak didengarkan, sering diacuhkan saja. Dia itu banyak pencitraan,” kata ABN usai acara peluncuran buku ‘Nasihat Untuk SBY’ di Hotel Pullman, Jl MH Thamrin, Jakarta, Jumat (25/5/2012).

Menurut Buyung, selama menjabat Wantimpres, pertimbangan yang ia berikan sering tidak didengar. Menurutnya SBY hanya mementingkan citra baiknya.

Padahal, ABN menjelaskan, seharusnya citra baik SBY diimbangi dengan kerja yang baik juga. “Bukannya kita menyesal, tapi dia harus ingat, orang mau memilih dia dulu karena citranya yang baik,tidak seperti ini ,” ujarnya.

Meski demikian, ABN masih memberikan nasihat untuk SBY. Ia meminta SBY mengurangi aksi-aksi pencitraan, dan lebih mengutamakan aksi nyata membela kepentingan rakyat.

“Lakukan yang anda (SBY) bisa segera lakukan, setuntas-tuntasnya, jangan tinggalkan masalah untuk masa depan,” pungkasnya.

Kategori:Politik
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: